Catatan Harian Sang Pembunuh
Sinopsis
Kim, seorang mantan pembunuh berantai berumur 70 tahun yg mulai hilang ingatan akibat terkena demensia, untuk mengingat apa yang tersisa, dia menulis diary tentang banyak hal termasuk seorang kekasih putrinya yang diduga seorang pembunuh berantai yang sedang mengincar perempuan-perempuan di desa tempat mereka tinggal.
Novel ini cukup menarik karena berbeda dari novel yang kutemui pada umunya, novel ini ga ada bab dan daftar isi, hanya section2 singkat seperti buku diary pada umumnya, experience pas baca novel ini pun kek lagi baca buku diary, latar waktunya lompat2, kadang ada section ditulis singkat, ada juga yang ditulis panjang, penulisnya pun menjelaskan bahwa penulisan novel ini ga lancar, seringkali dia hanya bisa menulis satu atau dua kalimat dalam sehari, meski begitu, novel ini tetap bisa dinikmati, oh iya, novel ini memiliki rating 21+.
Dari novel ini, gw bisa lihat kehidupan dari sudut pandang seorang pembunuh yg hampir lupa ingatan, kalo di film, biasanya villain / penjahat itu menyebalkan dan ga punya perasaan (dapet bagian jahatnya aja), tapi disini diperlihatkan bahwa seorang mantan pembunuh berantai pun masih memiliki kepedulian dan perasaan spt manusia pada umumnya, spt merasa lemes pas anaknya ngatain dirinya penderita Alzheimer, mencurigai kekasih anak tirinya dan memastikan bahwa putrinya ga jadi korban pembunuhan kekasihnya.
Pada dasarnya, merasa bersalah adalah perasaan yang lemah, tapi cemburu, amarah, dan ketakutan adalah perasaan yang kuat, makanya kamu ga akan bisa tertidur dalam keadaan marah atau ketakutan.
Kosa Kata Baru
| Kata | Makna |
|---|---|
| Sekam | Kulit keras yang membungkus biji-bijian sereal |
| Merongrong | Mengganggu, merendahkan |
| Partitur | Bentuk tertulis atau tercetak dari komposisi musik |
| Menyongsong | Menyambut, mempersiapkan diri, atau menghadapi sesuatu yang akan datang. |